Apakah sebagian besar siswa merasa “bahagia dan nyaman” ketika siswa belajar dengan metode ceramah atau metode itu-itu saja?

Pengajaran guru yang berbasis kerja otak, kekuatan memori, ne-uro-linguistic programming, motivasi, konsep diri, kepribadian, emosi, perasaan, pikiran, metakognisi, gaya belajar, kecenderungan kecerdasan jamak (multiple intelligences) dan modalitas belajar dan lain-nya, menjadi basic power untuk siswa belajar, sampai pada tingkatan … ahaa aku paham. Dalam situasi ini, cara guru mengajar sama dengan cara siswa belajar, menjadikan pelajaran mudah dimengerti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *