Era Pendidikan 4.0

Para ahli teori pendidikan, mengartikan pendidikan 4.0 sebagai upaya yang dilakukan untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran, baik secara fisik maupun non fisik. Pendidikan 4.0 merupakan efek transformasi dari revolusi industri 3.0 menuju revolusi industri 4.0. Dimana dalam setiap tahapan revolusi industri, masing-masing memiliki karakteristik pendidikan yang unik.

Dalam seperempat abad terakhir, dunia telah mengalami beberapa kali revolusi industri. Perubahan dalam industri, memiliki efek langsung kepada cara membangun sistem pendidikan. Sistem pendidikan yang dibangun, berpengaruh kepada output / Sumber Daya Manusia yang akan berkontribusi di era industri 4.0. Output dari sisem pendidikan ini, akan membutuhkan keterampilan digital yang baik, dan kemampuan berpikir kritis yang bisa memecahkan permasalahan yang ditemui.

Pemerintah sudah mempersiapkan 10 prioritas nasional, untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Program prioritas itu, dinamakan Making Indonesia 4.0. Ini merupakan peta jalan bagi bangsa kita, untuk menjadi negara 10 besar dengan ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030. Salah satu programnya, yaitu meningkatkan SDM dengan mendesain ulang kurikulum pendidikan, dengan menyesuaikan era industri 4.0.

Mengapa Pendidikan 4.0 Sangat Penting?

Setelah pemerintah menetapkan program prioritas yang salah satunya adalah mendesain kurikulum pendidikan, maka ke depan, wajah pendidikan di negeri kita akan berubah. Perubahan yang menyesuaikan dengan revolusi industri 4.0. Ini harus dilakukan, karena melihat perkembangan dunia yang semakin cepat. Diantaranya adalah:

Persaingan Global

Sekarang ini, negara-negara di dunia seakan tidak memiliki batas wilayah. Kita sudah memasuki era globalisasi. Dimana batas negara menjadi sesuatu yang abstrak. Karena hampir semua orang bisa terhubung tanpa melewati perbatasan negara secara fisik. Ini semua sangat mudah dilakukan dengan menggunakan internet.

Dampak yang muncul dari perubahan ini adalah adanya persaingan global, khususnya tenaga kerja. Para profesional, bisa dengan mudah menjadi tenaga kerja di negara lain. Mau tidak mau, tenaga kerja lokal akan bersaing dengan tenaga kerja asing. Ini adalah sebuah keniscayaan. Maka hal yang paling penting untuk dilakukan adalah, meningkatkan kualitas SDM. Ini bisa terjadi, jika sistem pendidikan yang ada, menyesuaikan dengan era globalisasi ini. Yaitu dengan pendidikan 4.0.

Bonus Demografi

Bonus demografi adalah sebuah kondisi atau keadaan dimana penduduk usia produktif, yaitu antara 15-64 tahun, lebih banyak daripada penduduk usia non produktif, yaitu di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun. Hal ini yang terjadi di Indonesia. Menurut BPS, penduduk Indonesia yang berusia produktif, akan mencapai 200 juta jiwa – sampai dengan tahun 2045 nanti.

Besarnya penduduk usia produktf ini, akan berpengaruh kepada pemenuhan lapangan kerja di masa depan. Diperkirakan, lapangan kerja yang tidak berbasis teknologi, perlahan-lahan akan hilang. Jika ini terjadi, maka persaingan tenaga kerja akan terjadi. Mereka tidak hanya bersaing dengan tenaga kerja lokal, tapi juga dengan tenaga kerja luar negeri.

Industri ke Arah Digital

Semua bidang industri, akan menggunakan teknologi sebagai basisnya. Ini mengakibatkan pengurangan tenaga kerja.  Teknologi akan mengambil alih peran manusia, dalam banyak proses produksi. Oleh sebab itu, kita harus menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mempunyai daya saing global. Hal ini bisa terwujud dengan menerapkan pendidikan 4.0.

Fasilitas yang Dibutuhkan

Untuk membangun pendidikan 4.0, membutuhkan beberapa fasilitas yang penting. Di antaranya adalah:

Jejaring dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI)

Saat ini, banyak sekolah kejuruan dan perguruan tinggi yang sudah menjalin jejaring dengan dunia usaha dan dunia industri. Ini merupakan awal yang sangat baik. Dengan begitu, akan membuka wawasan siswa atau mahasiswa tentang dunia kerja yang nyata. Pikiran mereka akan terbuka, dan mereka bisa menentukan keahlian yang ingin mereka kuasai di masa depan. Langkah ini, hendaknya diikuti oleh sekolah-sekolah yang lain secara masif.

E-Learning

Pintu gerbang untuk membangun pendidikan 4.0 adalah penerapan e-learning dalam pembelajaran. Melalui e-learning, siswa akan terbiasa bekerja dari jarak jauh. Ini salah satu kondisi yang akan mereka temui di masa depan. Siswa akan terlatih menerima instruksi jarak jauh, mempelajarinya, kemudian mengerjakan tugas yang diberikan. Sedangkan tatap muka secara langsung, akan memberikan pengalaman untuk berdiskusi dengan teman dan gurunya dalam memecahkan permasalahan.

Ini juga akan membawa konsekuensi kepada guru. Mau tidak mau, guru harus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam menggunakan teknologi. Terutama, penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Minimal, guru menguasai penggunaan platform e-learning yang diterapkan oleh sekolah.

Workshop dan Pelatihan

Sekolah hendaknya selalu mengadakan workshop atau pelatihan untuk meningkatkan kreatifitas dan inovasi. Tidak hanya bagi guru, tetapi juga bagi siswa. Kegiatan ini akan membawa dampak yang besar bagi sekolah. Melalui workshop atau pelatihan ini, akan muncul kreasi dan inovasi-inovasi yang tidak terduga sebelumnya. Guru akan lebih meningkat wawasan dan penguasaan teknologinya. Ini yang diharapkan akan diterapkan dalam pembelajaran. Bagi siswa, pelatihan ini akan mendorong munculnya kreasi dan inovasi. Tidak jarang, inovasi-inovasi baru, muncul dari siswa-siswa yang telah dilatih dengan baik. Jika ini terus dilakukan, maka output pendidikan kita akan lebih baik kualitasnya, dan mampu bersaing di era global.

Leave a Reply