Pemerintah mencanangkan AKM kelas, untuk membantu guru dalam memahami kemampuan literasi dan numerasi setiap individu peserta didik. Setiap satuan pendidikan, secara mandiri menjadwalkan, menentukan mekanisme pelaksanaan, dan menetapkan peserta AKM kelas. Pemerintah memberikan kebebasan kepada guru, dalam melaksanakan AKM kelas sekaligus mengolah hasilnya, agar sesuai dengan kebutuhan di satuan pendidikan.

Guru diberi kebebasan untuk menentukan jumlah dan peserta AKM kelas. Mulai dari kelas 2 sampai kelas 12, yang dibagi menjadi 6 level. Di setiap levelnya, disediakan paket asesmen literasi membaca, dan literasi matematika yang berbeda tingkat kesulitannya. Kompetensi literasi matematika terdiri dari bilangan, geometri dan pengukuran, Aljabar, Data, dan ketidakpastian. Sementara kompetensi literasi membaca terdiri teks fiksi dan teks informasi.

Melalui AKM Kelas, guru dapat mendiagnosis capaian individu peserta didik, dalam kompetensi literasi membaca maupun literasi matematika. Semua guru dapat memanfaatkan hasil AKM kelas, untuk merancang pembelajaran yang sesuai tingkat kompetensi peserta didik.

Asesmen kelas, bisa dilakukan oleh guru, dengan menggunakan aplikasi yang dijalankan semi daring. Sehingga tidak memerlukan jaringan internet selama asesmen. Perangkat yang bisa digunakan oleh siswa, tidak terbatas pada laptop yang berbasis windows saja, tapi juga ponsel atau tablet yang berbasis android. Paket aplikasi kelas, memiliki fitur yang dapat digunakan oleh guru, untuk mengunduh paket soal, menentukan peserta, menjadwalkan, melaksanakan, serta mengolah hasil asesmen.

Untuk lebih jelasnya, silakan mempelajari video berikut ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *